Bagaimana ChatGPT mengubah cara industri melakukan bisnis

Bagaimana ChatGPT mengubah cara industri melakukan bisnis

By SMU City Perspectives team

Published 28 July, 2023


POINT OF VIEW

Pada akhirnya, transformasi digital bukan tentang teknologi, tetapi tentang manusia. Dan hal ini tidak berubah dengan adanya ChatGPT.

Tamas Makany

Associate Professor of Communication Management (Practice)


In brief

  1. Keberadaan ChatGPT telah menimbulkan suatu antusiasme sekaligus kontroversi karena memiliki kemampuan yang mengesankan, mengisyarakatkan sebuah masa depan dimana teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut meningkatkan kinerja dan melampaui keterbatasan manusia.
  2. Para pengguna pertama ChatGPT tersebar di bidang-bidang seperti pemasaran (marketing), hukum (legal), layanan pelanggan, sumber daya manusia dan user design, dengan sejumlah macam penggunaan baru yang terus berkembang setiap hari.
  3. Para pemimpin organisasi harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan cara meningkatkan literasi terhadap AI serta empati dalam sumber daya manusia mereka. 

Sejak diluncurkan pada November 2020, ChatGPT telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan teknologi, media berita, dan masyarakat umum. Bentuk baru dari teknologi chatbot AI ini telah membuka pintu untuk berbagai kemungkinan baik untuk para individu maupun bisnis-bisnis, namun turut menimbulkan persoalan etika dan memicu kontroversi di seluruh dunia. Tanggapan yang muncul terhadap ChatGPT beragam, dengan adanya beberapa negara yang bergegas untuk memanfaatkan kemampuan ChatGPT yang luar biasa, sementara ada negara-negara lain yang meluncurkan investigasi atas plagiarisme atau pembobolan data yang dimungkinkan oleh ChatGPT atau bahkan, melarang penggunaannya secara menyeluruh.

Untuk Tamas Makany, Profesor Muda Manajemen Komunikasi di Lee Kong Chian School of Business, ChatGPT merupakan “tonggak sejarah yang logis dalam evolusi interaksi manusia-teknologi” dan Ia berbagai pemikirannya tentang bagaimana teknologi ini dapat dan sedang merekonstruksi operasi bisnis di masa kini.

P: Apa itu ChatGPT dan mengapa ChatGPT bisa dianggap sangat revolusioner?

Prof Muda Tamas Makany: ChatGPT adalah suatu chatbot bertenaga AI yang dikembangkan untuk menjawab beragam pertanyaan berdasarkan sekitar setengah triliun kata-kata yang ditampilkan dalam 175+ miliar parameter (pada dasarnya, hampir seluruh jaringan Internet terbuka). ChatGPT akan memberikan jawaban yang masuk akal seakan-akan ia adalah seorang manusia yang berpengetahuan luas, tanpa memahami kebenaran fakta-fakta yang dinyatakannya atau mempedulikan jika apa yang dikatakannya benar atau salah.

Generative AI menjanjikan paradigma baru yang menarik tentang bagaimana kami bisa berinteraksi dengan teknologi, serupa dengan cara kami beralih dari tulisan tangan ke mesin ketik dan beralih lagi ke word-processing software dalam komputer. ChatGPT adalah suatu teknologi luar biasa yang dapat meningkatkan kemungkinan kemampuan kognitif manusia -- contohnya, memori, kalkulasi, dan tingkat perhatian -- tetapi alih-alih menjadi sebuah revolusi, ChatGPT merepresentasikan tonggak logis dalam evolusi interaksi manusia-komputer.

Meskipun masyarakat umum sudah mulai menggunakan istilah “ChatGPT”, seperti layaknya kami menggunakan istilah “Google” dan “googling”, tetap harus diperhatikan bahwa ChatGPT hanyalah salah satu alat Generative AI yang diciptakan oleh perusahaan yang bermarkas di San Francisco, bernama OpenAI. Banyak perusahaan lainnya, seperti DeepMind, Google, Baidu, dan Microsoft yang juga sedang mengembangkan alat-alat Generative AI dalam kecepatan yang luar biasa dan dapat melampaui chatbot berbasis tulisan/teks agar dapat memuat fitur suara, gambar, dan musik. 

P: Apa sajakah masalah-masalah yang dialami berbagai organisasi yang dapat dipermudah oleh ChatGPT?

Prof Muda Tamas Makany: Setiap hari, kami melihat berbagai kasus dimana bisnis-bisnis menggunakan ChatGPT secara kreatif dan praktis. Contohnya, menulis salinan pemasaran dan penjualan, chatbot dukungan pelanggan, menulis kode, menyusun dan meninjau kembali dokumen-dokumen hukum.

P: Seperti apakah masa depan bersama ChatGPT dan Generative AI?

Prof Muda Tamas Makany: Industri yang memiliki kumpulan data yang besar sebagai konten inti dari proses bisnis mereka dapat mendapatkan manfaat langsung dari penggunaan ChatGPT. Contohnya: 

Pemasaran (Marketing) - Pada tahun 2025, 30 persen dari outbound marketing messages dari organisasi-organisasi besar diperkirakan akan dihasilkan secara sintetis. 

Media - Diprediksikan bahwa pada tahun 2030, akan ada sebuah film blockbuster besar yang mana 90 persen dari film tersebut diciptakan oleh AI (dari teks ke video), dari 0 persen di tahun 2022.

Farmasi - Sebuah studi terkini menunjukan bahwa ChatGPT dapat membantu mempercepat proses penemuan obat, dengan kemampuannya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan obat baru untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu. 

Berbagai industri lainnya yang dapat merasakan dampak signifikan secara langsung termasuk industri Pendidikan, Keuangan, Asuransi, Hukum (Legal), Software Engineering, dan Manufaktur. Contohnya, penggunaan ChatGPT-4 dalam aplikasi Autodesk Inventor yang menyediakan bantuan coding dalam waktu nyata.

P: Bagaimanakah teknologi ini dan AI dapat terus berkembang?

Prof Muda Tamas Makany: Kami akan melihat peningkatan dalam kemampuan, pelaksanaan, dan model bisnis dari Generative AI dalam beberapa bulan dan tahun yang mendatang. Saya pribadi merasa paling antusias dengan kemungkinan adanya asisten digital yang dapat bercakap di masa depan yang lebih luas kemampuannya, multimodal, dan serba guna. Ibaratnya, jika Siri memiliki 'sebuah sepupu yang lebih cerdas' yang tidak hanya dapat mengingatkan Anda untuk tiba di Aula Konser Victoria tepat waktu untuk pertunjukan malam ini, tetapi juga dapat memperkirakan informasi kontekstual dan bahkan memainkan bagian yang hilang dari simfoni yang belum terselesaikan dari para komponis terkenal yang telah lama meninggal.

Generative AI sudah mampu membangun visual berdasarkan beberapa kata kunci yang ditulis. Bahkan, saya meminta NightCafe, sebuah AI Art Generator untuk membuat header untuk artikel ini. Saya hanya memberikan perintah "Buatlah sebuah visual tentang AI dan pekerjaan. Tunjukanlah bahwa manusia berada di pusatnya."

Goldman Sachs Research memprediksi bahwa generative AI dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar tujuh persen (hampir mencapai $7 triliun) dan meningkatkan pertumbuhan produktivitas sebesar 1,5 poin persentase selama dekade berikutnya. Menurut penelitian terbaru dari Princeton University, tiga industri yang paling terpapar dengan ChatGPT adalah layanan hukum, aktivitas yang berhubungan dengan keuangan, dan aktivitas yang berhubungan dengan asuransi. Menariknya, “Sekolah Bisnis dan Pelatihan Manajemen Komputer” berada di urutan ke-13 dalam daftar ini lho! Para peneliti juga mencatat bahwa pekerjaan dengan upah yang lebih tinggi dan pekerjaan yang berhubungan dengan pendidikan seperti guru-guru pasca-sekolah menengah dan profesor universitas akan sangat terpapar dengan generative AI.!

Pemahaman apakah yang terlintas dalam pikiran Anda?

P: Bagaimanakah organisasi-organisasi dapat beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan di era digital?

Prof Muda Tamas Makany: Keterampilan data, desain, dan komunikasi berbasis AI mulai menjadi persyaratan pekerjaan yang dipertaruhkan di ekonomi digital karena berbagai perusahaan semakin sering menyampaikan kisah mereka secara online, dibantu oleh alat seperti ChatGPT. Akibatnya, keterampilan dasar dalam resume seperti word-processing akan digantikan oleh visualisasi data, desain pengalaman pengguna (user experience design), dan digital storytelling.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, saya sempat berbincang bersama dengan para eksekutif bisnis yang sedang mencoba untuk memahami makna dari Generative AI untuk bisnis mereka. Mereka bertanya kepada diri sendiri, bagaimanakah mereka dapat mempersiapkan perusahaan mereka untuk masa depan yang dipenuhi teknologi AI, bagaimanakah mereka dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam proses bisnis, dan mempertahankan keunggulan mereka saat berkompetisi. Seperti dalam kisah transformasi digital lainya, solusinya dimulai dari orang-orang yang terlibat. Pertama, mereka harus merekrut talenta baru (dan melatih pegawai yang sudah ada) agar kompeten dalam keterampilan data, desain, dan komunikasi berbasis AI. Ini bukanlah suatu fenomena baru, hanya saja, ChatGPT memberikan pengingat yang kuat mengenai kebutuhan ini.

Contohnya, salah satu UKM lokal bercerita bahwa mereka sudah menggantikan latihan menulis di papan tulis selama wawancara kerja dengan latihan menulis di ChatGPT, untuk mengevaluasi bagaimana para kandidat menggabungkan generative AI ke dalam alur kerja mereka. Mereka menyebutnya sebagai tes “Pembisik AI” dan ini mengindikasikan bahwa mereka memahami bahwa kesuksesan pegawai mereka bergantung pada kemampuan berinteraksi dengan teknologi-teknologi tersebut.

P: Apakah terdapat kesalahpahaman tentang AI (dan penggunaannya di tempat kerja) yang ingin Anda sanggah?

Prof Muda Tamas Makany: Generative AI belum, setidaknya belum saat ini, berkembang menjadi sebuah Artificial General Intelligence. Saya setuju dengan Profesor Steven Pinker (Harvard), yang mengatakan bahwa, “Tidak ada algoritma ajaib yang mahatahu dan mahakuasa.”

Selain itu, agar tetap bisa bersaing, bisnis-bisnis akan membutuhkan akan membutuhkan strategi yang dibangun atau dihasilkan dari pemikiran unik yang asli. Akhir-akhir ini, Prof. Pinker mengamati seberapa besarkah kebutuhan untuk otentisitas manusia, terutama bagaimana konten tertulis yang dibuat oleh orang-orang dapat meningkat nilainya ketika konten ChatGPT yang biasa-biasa saja begitu mudah untuk diperoleh. Teman saya yang merupakan seorang Venture Capitalist (VC) berbagi sebuah analogi bagus tentang hal ini dari dunia Non-Fungible Token (NFTs). Dia menjelaskan bahwa penghalang nyata bagi orang-orang untuk tidak menggunakan gambar Bored Ape Yacht Club yang bukan merupakan miliknya bukan dikarenakan adanya sebuah kemungkinan untuk digugat (meskipun hal tersebut juga dapat terjadi), tetapi lebih kepada ketidakinginan untuk dicemooh oleh masyarakat sebagai pengguna barang palsu. Contoh lainnya adalah rasa malu yang dapat timbul saat menggunakan tas Gucci palsu di depan teman-pada pada sebuah pesta mewah. Menjadi otentik membawa nilai premium dan membangun kepercayaan pelanggan; oleh karena itu, keunikan konten yang dihasilkan oleh manusia akan tetap menjadi penting bagi bisnis.

P: Apakah saran yang akan Anda berikan untuk para pemimpin organisasi, pengusaha dan para individu yang terkait dengan etika penggunaan ChatGPT dalam kegiatan sehari-hari mereka?

Prof Muda Tamas Makany: Pada akhirnya, transformasi digital bukanlah mengenai teknologi, tetapi tentang manusia, dan hal ini tidak berubah dengan adanya ChatGPT. Karena generative AI dikembangkan berdasarkan konten yang dibuat oleh manusia, AI ini dapat menghasilkan sebuah gambaran yang sangat mirip dengan kita, tetapi dengan adanya beberapa distorsi. Distorsi ini memiliki asal usul sosio-teknis yang kompleks. Seperti yang telah disimpulkan oleh para peneliti dalam laporan NIST terbaru, ketika kita terlalu takut atau tidak suka dengan sesuatu tentang AI, kami terlalu fokus dengan keinginan untuk memperbaiki algoritma untuk menghilangkan kekurangan teknis – yang tidak dapat disangkal. Akan tetapi, kami tidak boleh melupakan konteks manusia dan sosial yang lebih luas, seperti prasangka sistemik terhadap jenis kelamin atau kelompok etnis tertentu yang ditanamkan dalam alat Generative AI seperti ChatGPT.

Kecepatan eksponensial inovasi teknologi, setidaknya sampai saat ini, dijelaskan oleh Hukum Moore. Namun, bagaimana kami, sebagai manusia, dapat mengimbangi laju pertumbuhan sumber daya manusia kita? Apakah kami telah menggandakan kemampuan tahunan kami untuk beradaptasi dengan perubahan dunia teknologi yang mengelilingi kami? Saya mengusulkan agar para pemimpin bisnis berbicara lebih banyak tentang bagaimana mereka dan orang-orang di organisasi mereka dapat mengembangkan pengetahuan dan empati mereka tanpa terlalu terganggu oleh apa yang akan teknologi lakukan terhadap mereka.

Artikel ini dikembangkan secara independen dan tidak terkait, didukung, atau disponsori oleh OpenAI.

What insights come to mind?

What insights come to mind?

Click to respond and see what others think too

What makes you skeptical?

We read every single story, comment and idea; and consolidate them into insights for our writer community.

What makes you curious?

We read every single story, comment and idea; and consolidate them into insights for our writer community.

What makes you optimistic?

We read every single story, comment and idea; and consolidate them into insights for our writer community.

What makes you on the fence?

We read every single story, comment and idea; and consolidate them into insights for our writer community.

Story successfully submitted.

Story successfully submitted.

Thank you for your story. We'll be consolidating all stories to kickstart a discussion portal in our next release. Subscribe to get updates on its launch.

I consent to SMU collecting, using and disclosing my personal data to provide information relating to XXX offered by SMU that I am signing up for/that I have indicated my interest in.

I can find out about my rights and choices and how my personal data is used and disclosed here.

Methodology & References
  1. 7 use cases of chatgpt in marketing for 2023. AIMultiple. (n.d.). Retrieved April 24, 2023, from https://research.aimultiple.com/chatgpt-in-marketing/
  2. Abramowitz, Z. (2023, February 14). So how good is chatgpt at drafting contracts? Zach Abramowitz is Legally Disrupted. Retrieved April 24, 2023, from https://www.legallydisrupted.com/p/so-how-good-is-chatgpt-at-drafting
  3. An ai completes an unfinished composition 115 years after composer's death. VICE. (2019, June 17). Retrieved April 24, 2023, from https://www.vice.com/en/article/neakqm/an-ai-completes-an-unfinished-composition-115-years-after-composers-death
  4. Brown, T. B., Mann, B., Ryder, N., Subbiah, M., Kaplan, J., Dhariwal, P., Neelakantan, A., Shyam, P., Sastry, G., Askell, A., Agarwal, S., Herbert-Voss, A., Krueger, G., Henighan, T., Child, R., Ramesh, A., Ziegler, D. M., Wu, J., Winter, C., … Amodei, D. (2020, July 22). Language models are few-shot learners. arXiv.org. Retrieved April 24, 2023, from https://arxiv.org/abs/2005.14165
  5. Chui, M., Roberts, R., & Yee, L. (2022, December 20). Generative AI is here: How tools like CHATGPT could change your business. McKinsey & Company. Retrieved April 24, 2023, from https://www.mckinsey.com/capabilities/quantumblack/our-insights/generative-ai-is-here-how-tools-like-chatgpt-could-change-your-business
  6. Galileo AI · COPILOT for Interface Design. Galileo AI · Copilot for interface design. (n.d.). Retrieved April 24, 2023, from https://www.usegalileo.ai/
  7. Gartner_Inc. (2023, January 26). Beyond chatgpt: The future of generative AI for enterprises. Gartner. Retrieved April 24, 2023, from https://www.gartner.com/en/articles/beyond-chatgpt-the-future-of-generative-ai-for-enterprises
  8. Generative AI could raise global GDP by 7%. Goldman Sachs. (2023, April 5). Retrieved April 24, 2023, from https://www.goldmansachs.com/insights/pages/generative-ai-could-raise-global-gdp-by-7-percent.html
  9. Interview warmup. Grow with Google - Training to Grow Your Business & Career. (n.d.). Retrieved April 24, 2023, from https://grow.google/certificates/interview-warmup/
  10. Sharma, G., & Thakur, A. (2023, January 31). Chatgpt in Drug Discovery. ChemRxiv. Retrieved April 24, 2023, from https://chemrxiv.org/engage/chemrxiv/article-details/63d56c13ae221ab9b240932f
  11. Shipper, D. (2023, February 10). How to build a chatbot with GPT-3. Every. Retrieved April 24, 2023, from https://every.to/chain-of-thought/how-to-build-a-chatbot-with-gpt-3
  12. Felton, E., Raj, M., & Seamans, R. (2023, March 18). Arxiv.org. https://arxiv.org/. Retrieved April 24, 2023, from https://arxiv.org/ftp/arxiv/papers/2303/2303.01157.pdf
  13. Powell, A. (2023, February 15). Will CHATGPT replace human writers? pinker weighs in. Harvard Gazette. Retrieved April 24, 2023, from https://news.harvard.edu/gazette/story/2023/02/will-chatgpt-replace-human-writers-pinker-weighs-in/
  14. Tabrizi, B., Lam, E., Girard, K., & Irvin, V. (2023, February 8). Digital transformation is not about technology. Harvard Business Review. Retrieved April 24, 2023, from https://hbr.org/2019/03/digital-transformation-is-not-about-technology
  15. There's more to AI bias than biased data, NIST report highlights. NIST. (2022, March 16). Retrieved April 24, 2023, from https://www.nist.gov/news-events/news/2022/03/theres-more-ai-bias-biased-data-nist-report-highlights
  16. Powell, A. (2023, February 15). Will CHATGPT replace human writers? pinker weighs in. Harvard Gazette. Retrieved May 2, 2023, from https://news.harvard.edu/gazette/story/2023/02/will-chatgpt-replace-human-writers-pinker-weighs-in/
  17. AI-powered coding: CHATGPT-4 & Autodesk Inventor. Autodesk Community. (2023, April 6). https://forums.autodesk.com/t5/autodesk-community-voices/ai-powered-coding-chatgpt-4-amp-autodesk-inventor/ba-p/11837887